design-hut-ri-online-745145

PALEMBANG, AsSAJIDIN.Com — Marhaban ya Ramadhan, begitulah tulisan yang selalu kita jumpai dihampir setiap pasar bedug di Kota Palembang. Datangnya bulan ramadhan memberi berkah tersendiri bagi para pedagang musiman untuk meraup keuntungan. Hasan dan istrinya Ratna salah satunya. Pedagang pempek tilep yang mengaku meraup untung lebih dari 200 ribu rupiah per hari.
HASAN , yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang pakain bekas di pasar 16 ilir, untuk sementara ini mengganti jualanya dengan pempek. Menu khusus dari pempek yang di jajakan pun terbilang unik, pempek tilep itulah nama jenisnya.
Pokoknya di jamin lidah anda akan bergoyang, begitu kata Hasan ketika membuka perbincangan bersama As Sajidin belum lama ini, di lapak dagangannya. Kawasan Demang lebar daun, tepatnya di Jalan Hulubalang II kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.
Keunikan pempek tilep ini dengan jenis pempek lainya terletak pada bentuk dan rasa. Jika pempek pada umumnya hanya terbuat dari sagu, gandum dan ikan. Pempek tilep ini justru berbentuk bulat dengan komposisi bahan terdiri dari daging kerang maupun udang yang direbus lalu di giling , dan bentuknya pun hampir menyerupai pentol bakso. Tapi keunikan pempek ini tidak digoreng atau di rebus melainkan dengan citra rasa bakar layaknya bakso bakar.
“Semua orang butuh makanan untuk waktu berbuka puasa, Makanya saya pilih berjualan pempek ini, kalau mau jualan pakain bekas seperti biasa siapa yang mau beli,” ujar Hasan sembari tersenyum.
Hasan dan istrinya Ratna sudah sejak 5 hari yang lalu berjualan di pasar bedug Demang ini, dan dua tahun sebelumnya Ia sempat berjualan di depan Rumah Sakit Islam Siti Khodijah . Selanjutnya Hasan pun berkisah bahwa pempek tilep ini merupakan ide kreatifnya. Mungkin untuk di Palembang hanya Ia satu-satunya pedagang pempek jenis ini. “ Jujur, ide ini muncul ketika beberapa tahun lalu saya bersama dua orang teman, berjalan ke Kota Pagaralam Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Kala itu, saya singgah disebuah rumah makan siap saji . Nah , saat itu saya memesan satu mangkok bakso udang , disebut begitu karena memang baksonya dari daging udang . Alhasil, kuah bakso yang saya makan itu gak ada rasa, akhirnya saya coba pake cuka pempek. Ternyata enak maka, saat itu lah muncul ide kreatif saya untuk mengembangkanya. Dinamakan pempek tilep, karena pempek ini hanya dimakan sekali gigitan saja,” Hasan bercerita.
Hasan tak pernah menyangka kalau ide kreatifnya itu, kini membawa berkah di bulan ramadhan sejak tiga tahun belakang. Hasan pun tidak menaruh harga tinggi untuk satu buah pek empek tilep. Cukup dengan 2500 rupiah anda sudah bisa menikmatinya . (*)
Penulis: Jemmy Saputera

Comments

comments

Lazada Indonesia
SHARE