Foto: tribunnews.com --Ria Irawan saat dirawat untuk penangan kanker rahim yang dialaminya.

JAKARTA, AsSAJIDIN.COm —  Dalam sebulan terakhir, dua selebritis Tanah Air harus menyerah melawan kanker yang dideritanya. Setelah Yana Zain meninggal akibat kanker payudara pada 1 Juni lalu, Julia Perez ikut menyusul akhir pekan lalu.

Sebagai salah seorang sahabat yang juga memiliki pengalaman sama, Ria Irawan menunjukan reaksi yang berbeda.

Melalui akun Facebooknya, Ria mengungkapkan pendapat pribadinya mengenai pengobatan yang dijalani Yana dan Jupe.

” Yana Zein & Jupe itu contoh pasien kanker yg tidak menjalani rangkaian pengobatan kanker secara medis dengan benar,” tulis Ria pada Rabu, 13 Juni 20017.

Ria dan Almarhumah Yana Zein
Ria dan Almarhumah Yana Zein

Ria mengungkapkan,kedua sahabatnya melakukan kesalahan fatal karena tidak menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Menurutnya, justru proses inilah yang paling penting untuk dilakukan.

” Sampai meninggal Yana Zein kondisi payudaranya masih luka basah. Jupe di Singapura hanya menjalani 5x kemoterapi mingguan & 33x radiasi, 30x radiasi luar + 3x radiasi dalam (brachy),” imbuhnya.

Ria Irawan dan Almarhumah Jupe
Ria Irawan dan Almarhumah Jupe

Takut Risiko Cacat

Ria juga menyoroti minimnya dukungan para keluarga dan orang-orang terdekat pada pasien kanker yang masih kaget dengan hasil diagnosa dokter. Tanpa dukungan, biasanya akan menyebabkan keterbatasan akses informasi. Membuat mereka tidak mendapatkan informasi yang benar tentang penyembuhan kanker.

Kondisi itu membuat muncul ketakutan untuk menjalani operasi pengangkatan sel kanker yang dapat mengangkat bagian tubuh sekitar pusat sel kanker yg aktif.

Diakui Ria, operasi ini memang mengandung risiko si penderita akan mengalami kecacatan pasca operasi.

” Jangan melulu pasien kanker apalg yg tidak punya basic ilmu Palliative Care/Nursing, gak paham public speaking dijadikan narasumber. Kalo cuma mau dengar & keluar dari mulut pasien kanker kata-kata tentang ikhlas, sabar & semangat tidak membuat masyarakat jadi paham tentang kanker. (menceritakannya kalau perlu pakai adegan air mata haru biar lebih dramatis),” lanjutnya menambahkan.

Lebih lanjut, Ria menekankan agar para penderita kanker harus lebih terbuka. Pihak keluarga juga dapat memberi dukungan pada pasien agar dapat menjalani serangkaian pengobatan dengan nyaman, memiliki kekuatan tubuh optimal dan dapat menjadi pendamping pasien untuk mencapai kesembuhan dengan informasi medis yang paling benar.

” Jangan mensosialisasi kanker yg salah kaprah. Ayo cari tau tentang Palliative Care, ayo sama-sama pahami tentang memahami pasien (untuk pasien penyakit apapun),” tulisnya.

Dengan berguyon, Ria mengatakan pengetahuan tentang kanker inilah yang kadang membuatnya sangat mahal. ” Jadi paham kenapa kalau mengundang Ria Irawan & suami bicara soal kanker honornya mahal (lebih mahal bayar PET scan di RS Gading Pluit siii),” tandasnya.(*)

Comments

comments

SHARE