ilustrasi

design-hut-ri-online-745145


Palembang AsSajidin.com-
— Peristiwa menghebohkan terjadi di Purwakerta Jawa Barat (Jabar), pasalnya Salah satu kandidat Calon Gubernur, Dedi Mulyadi yang saat ini menginginkan pembangunan sebuah patung di tengah mayoritas penduduknya muslim tentu saja membuat geram para ulama di kota tasbih itu. Bahkan gejolaknya pun sampai ke Kota Palembang Darussalam.

Menurut sejumlah tokoh agama asal Jawa Barat di Palembang, sikap Bupati Purwakarta tersebut sangat memprihatinkan dan bukan mencerminkan sikap pemimpin yang cerdas.

“Kecerdasan Tauhid memang di dalam hati, tetapi out tauhid itu akan tampak dari perilaku seseorang. Artinya kalau seorang kepala daerah yang muslim, tetapi out put perilakukanya tidak muslim, perlu dipertanyakan kemuslimannya,” ujar Suryono , salah satu anggota Paguyuban Warga Jabar di Palembang, Kamis (10/8).

Lebih lanjut, Suryono mengatakan jika, Dedi akan lebih elok jika membuat hiasan kaligrafi, Asmaul Husna atau kalau tidak membuat Al-Quran sajalah, ketimbang membuat patung pewayangan sebab sesuai kotanya Purwakarta yang berjuluk kota tasbih sudah sepantasnya di dukung secara simbolik keislamannya, bukan malah patung wayang,

“ Kita sama-sama tahu lah, bagaimana sejarah Fir’aun. Emang dia mau jadi seperti itu. Jangan sampai ya, beliau itu orang baik, pemimpin yang baik. Banyak kemajuan Purwakarta di bawah kepemimpinannya, mungkin saya rasa beliau sedikit khilaf saja ,” tukasnya

Menyikapi hal itu, Ustadz Muhammad Toha yang juga merupakan warga Jabar di Palembang meminta agar sikap Bupati Purwakarta itu dapat disikapi dengan kesantunan, agar tidak menjadi prahara yang mengganggu kehidupan berbangsa dan beragama.

“ Miris saya, kalau yang dulu itu kan jelas yang kita ributkan adalah sikap tidak menyenangkan yang dilakukan oleh orang non muslim. Lah kalau ini, dia Bupati dan beragama Islam pula. Repotkan jadinya, tapi saya tetap berharap persoalan ini akan selesai dengan damai. Dan untuk beliau mari kita doakan agar mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujarnya.

Disinggung tentang filosofi patung pewayangan sebagai pembelajaran dalam perilaku kehidupan, Ustadz Toha menilai hal itu tetap saja tidak tepat. Apalagi patung itu dibangun di tengah warga yang mayoritas muslim. Lagi pula menurutnya secara jelas hadist Rasulullah SAW menyebutkan setiap mahluk tidak diperkenankan membuat patung-patung dan lukisan, apakah itu hewan apalagi manusia yang diada-adakan.

“ Kita terkadang menganggap yang demikian itu sepele saja, padahal dampaknya sangat luar biasa. Bahkan Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa). Lah ini malah membuat patung untuk Kabupaten. Kalau dia masih menginginkannya, jelas beliau menantang Allah SWT, menandinginNya bukankah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh (HR. Bukhari 3224 dan Muslim) sudah sangat jelas,” tutupnya (*)

penulis: Jemmy Saputera

Comments

comments

Lazada Indonesia
SHARE